Blog

7 Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Memotret Prewedding Untuk Pemula

tips-cara-memotret-prewedding-untuk-pemula

Saat ini prewedding sudah menjadi tren bahkan tradisi bagi setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Hal ini cukup menarik minat para fotografer pemula untuk ikut terjun ke dunia bisnis fotografi. Bagaimana tidak, salah satu bisnis fotografi ini menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan dan cukup menguntungkan. Namun bagi fotografer pemula, biasanya mengalami kesulitan dan bahkan stres dilokasi pemotretan saat pertama kali mendapatkan job untuk memotret prewedding ini. Hal tersebut biasanya terjadi akibat tidak matangnya persiapan yang dilakukan sebelum memotret prewedding ini, bahkan tak jarang fotografer pemula tidak melakukan persiapan apapun, hanya langsung datang kelokasi pemotretan, alhasil mereka bingung ketika pemotretan berlangsung.

Terlihat mudah memang, tapi nyatanya sulit ketika kita sudah berada langsung dilapangan berhadapan dengan klien, walaupun klien tersebut adalah teman dekat kita sendiri. Biasanya saya sendiri harus mempersiapkan semuanya setidaknya satu minggu sebelum pemotretan berlangsung.

Berikut adalah tips dan tahapan persiapan yang biasanya saya lakukan sebelum melakukan pemotretan prewedding.

  • Membangun Komunikasi yang Baik dengan Klien : Beberapa hari sebelum melakukan pemotretan prewedding, saya selalu mengajak klien saya untuk bertemu terlebih dahulu, untuk membicarakan konsep dll. Biasanya fotografer yang baru akan terjun menggeluti bisnis fotografi, akan memulainya dari teman, kerabat, saudara atau orang-orang terdekat. Namun walaupun mereka teman atau saudara kita, kita harus memperlakukan mereka secara profesional, karena disinilah waktu yang tepat untuk kita belajar menghadapi klien kedepannya jika memang kita akan serius menggeluti bidang fotografi ini. Membangun komunikasi yang baik akan membantu dan ikut menentukan keberhasilan dan kesuksesan dari sebuah projek prewedding kita. Yang harus kita ingat adalah yang kita hadapi bukan model profesional, bahkan takjarang klien kita tidak biasa untuk difoto atau berpose didepan kamera, sehingga kita harus membuat mereka nyaman dengan kita agar nantinya tidak canggung dan kaku saat dilokasi pemotretan. Biasakan tuangkan semuanya kedalam sebuah tulisan, agar nantinya tidak ada yang terlewatkan.
  • Menentukan Konsep : Konsep merupakan awal dari segalanya, berawal dari konseplah nantinya akan menentukan lokasi, waktu pemotretan, properti yang diperlukan dan alat-alat atau aksesoris fotografi yang akan kita pergunakan nantinya. Jika kita sudah memeliki jam terbang yang tinggi dalam bidang ini, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menentukan sebuah konsep. Kita bisa mencari ide konsep mulai dari hobi, kesukaan bahkan profesi klien. Agar nantinya foto prewedding mereka bisa berkesan dan memuaskan mereka.
  • Lokasi dan Waktu Pemotretan : Setelah kita menemukan konsep dan tema untuk foto prewedding, maka kita bisa menentukan lokasi dan waktu yang tepat untuk melakukan pemotretan. Waktu dan tempat harus diperhitungkan dengan baik. Sedikit tips, jika kita memilih tempat pemotretan di tempat wisata, usahakan jangan mengambil waktu saat libur, karena biasanya lokasi wisata akan ramai pengunjung dihari libur. Bukan hanya akan menghasilkan gambar yang banyak bocor, tapi ini bisa saja mempengaruhi sikologis klien kita yang akan memungkinkan malah menjadi tontonan para pengunjung di tempat wisata tersebut, sehingga hasilnya tidak akan maksimal.
  • Properti : Untuk mendukung konsep yang telah ditentukan, tentu saja kita memerlukan properti yang tepat. Properti akan ikut membantu mempercantik dan mempertegas konsep yang telah kita buat. Namun menggunakan properti yang berlebihan dan tidak tepat justru akan membuat pesan dalam foto tidak tersampaikan. Untuk itu gunakan properti seperlunya, dalam hal ini komposisi yang baik benar-benar diperlukan.
  • Gear : Gear dan aksesoris fotografi tentu saja harus benar-benar diperhitungkan terutama Lensa yang akan kita pergunakan. Hal ini akan ikut memaksimalkan konsep yang telah kita buat. Penggunaan lensa yang tepat ikut membantu mempermudah kita untuk membuat sebuah hasil foto yang maksimal. Flash dan reflektor biasanya selalu dibutuhkan untuk foto prewedding.
  • Referensi : Berbeda dengan para fotografer yang memang sudah profesional menggeluti bidang ini. Tentu saja bagi fotografer pemula, mempelajari dari karya foto orang lain sangat diperlukan, hal ini akan ikut membantu mengatasi kebingungan saat dilokasi pemotretan. Kita bisa dengan mudah menemukan referensi foto prewedding di dunia maya.

Dengan persiapan inilah kita bisa dengan mudah mengatasi berbagai masalah yang bisanya terjadi dilokasi pemotretan yang dialami oleh fotografer pemula. Persiapan yang matang akan membantu mempermudah kita untuk menghasilkan sebuah foto prewedding yang indah.

0 Comments
Share

Reply your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked*