Blog

Macam-Macam Filter Lensa Dan Kegunaannya

macam-macam-jenis-filter-lensa-dan-kegunaannya

Berbagai efek dapat diciptakan dengan bantuan software editing. Namun ada kepuasan tersendiri dan hasil yang lebih maksimal jika kita bisa menghasilkan efek dari sebuah proses langsung dari kamera. Jika kita senang memotret keindahan alam, salah satu aksesoris yang perlu kita miliki adalah filter lensa. Filter lensa merupakan elemen optik transparan yang membantu mengubah sifat-sifat cahaya melalui lensa kamera yang mempengaruhi intensitas cahaya, ketajaman, warna ataupun kontras. Filter lensa kamera adalah salah satu bagian aksesoris penting bagi setiap fotografer, karena filter lensa memiliki banyak kagunaan dalam proses menghasilkan gambar yang luarbiasa.

Sebenarnya ada banyak jenis filter lensa kamera yang dijual dipasaran, namun yang paling sering atau umum digunakan hanya lima filter lensa yaitu Filer UV, Filter Polarizer / Circular Polarizer, Filter ND (Neutral Density), Filter GND (Gradual Neutral Density), Filter IR . Masing-masing tentu saja memiliki fungsi dan efek yang berbeda pada setiap gambar yang dihasilkan.

  • Filer UV : Filter UV juga dikenal filter skylight, merupakan filter standar yang biasanya selalu ditawarkan oleh penjual kamera saat kita membeli kamera atau lensa. Tujuan utama dari penggunaan filter uv ini adalah untuk mengurangi sinar Ultra Violet yang masuk ke lensa. Saya sendiri menggunakan filter UV ini lebih ke tujuan untuk melindungi ujung lensa kamera dari debu, sidik jari, goresan bahkan sedikit melindungi dari jamur. Beberapa fotografer berpendapat bahwa penggunaan filter UV ini justru akan mengurangi ketajaman gambar. Menurut pengalaman saya sendiri, pernah beberapa kali harus melepaskan filter UV ini karena ada pantulan cahaya yang malah mengganggu terhadap subjek.
  • Filter Polarizer / Circular Polarizer (CPL) : Selain berfungsi sebagai pelindung bagian depan lensa kamera seperti filter UV, Filter Polarizer biasanya digunakan saat mengambil foto diluar ruangan dalam kondisi cahaya terang. Berfungsi untuk mengurangi refleksi atau pantulan cahaya dari air, kaca dan benda lain yang menyebabkan silau. Selain itu filter polarisasi ini hanya memungkinkan cahaya untuk masuk dari arah tertentu dan mengurangi jumlah cahaya yang ada namun memungkinkan kontras dan saturasi pada beberapa bagian subjek akan meningkat.
  • Filter ND (Neutral Density) : Fungsi dari filter ND adalah mengurangi keseluruhan cahaya sehingga dalam keadaan terang kita dapat meningkatkan aperture. Biasanya filter ND sangat cocok digunakan untuk teknik foto slowspeed atau longexposure seperti menangkap objek air di sungai atau laut, sehingga air akan terlihat lebih halus. Filter ND ini memiliki beberapa tingkatan. Pada intinya semakin gelap filter ND maka akan semakin banyak cahaya yang dikurangi.
  • Filter GND (Gradual Neutral Density) : Sama seperti filter ND, hanya saja filter ini terdapat 2 bagian. Sebagian gelap, dan sebagian lagi normal. Fungsinya adalah untuk membuat intensitas cahaya pada foto terlihat seimbang.
  • Filter IR (Infra Red) : Filter IR digunakan untuk menghasilkan sebuah gambar dengan warna yang berbeda. Dalam hal ini, filter IR digunakan untuk mencegah cahaya yang tidak diinginkan. Pada prinsipnya filter IR hanya meloloskan cahaya Infra merah.

0 Comments
Share

Reply your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked*