Blog

Belajar Fotografi, Pelajari Segitiga Eksposur (ISO, Aperture, Shutter Speed) !!!

belajar-fotografi-pelajari-segitiga-eksposur-iso-aperture-shutterspeed

Mengapa segitiga eksposur sangat penting untuk fotografi? Menurut saya pribadi, jika kita tidak memahami segitiga eksposur maka tidak akan ada kreatifitas dalam karya fotografi kita, Saat kita belajar fotografi ketiga unsur inilah yang harus benar-benar kita pahami (Aperture, shutter speed dan ISO) yang nantinya bersama-sama akan mengontrol berapa banyak cahaya mencapai sensor kita.

Agar kita memahami eksposur, kita perlu tahu terlebih dahulu satuper-satu mengenai ISO, Aperture, Shutter Speed.

  • ISO : Sebenarnya ISO Ini benar-benar sederhana karena hanya mengontrol sensitivitas sensor dan merupakan jalan terakhir ketika kita tidak bisa membiarkan cahaya yang cukup dengan aperture atau shutter speed. Ada saat-saat ketika kita tidak dapat memilih menggunakan aperture yang lebih luas karena ini akan membuat kedalaman lapangan untuk dangkal sehingga perlu untuk meningkatkan tingkat angka ISO. Hal yang sama berlaku untuk kecepatan rana. Namun yang harus diingat, semakin besar angka ISO yang kita pergunakan maka akan semakin besar resiko gambar noise.
  • Aperture : Fungsinya mengontrol seberapa banyak cahaya mencapai sensor kamera. Bagi saya pengaturan aperture adalah yang paling penting dari segitiga eksposure ini karena memungkinkan kita untuk mengontrol kedalaman lapangan atau depth of field, kedalaman fokus. Hal ini memungkinkan kita untuk mengatur berapa banyak gambar kita akan menjadi fokus atau jarak fokus. Sebuah kedalaman dangkal lapangan adalah ketika pada latar belakang yang indah nampak kabur atau blur dengan hanya wajah seseorang yang ada dalam fokus. Hal ini memberikan image-image indah seperti kekacauan latar belakang yang kabur dengan warna lembut. Dalam rangka untuk mencapai hal tersebut kita menggunakan aperture dengan angka kecil atau f-stop kecil yang digunakan. yang perlu kita ingat adalah bahwa angka kecil f-stop memberikan kedalaman kecil atau dangkal fokus seperti misalnya F/1.8, yaitu hanya sebagian kecil dari gambar akan fokus seperti yang kita lihat dalam potret seseorang dengan latar belakang yang blur. Untuk mencapai kedalaman besar fokus kita harus melakukan yang sebaliknya dengan menggunakan nomor f-stop besar seperti misalnya F/16, yaitu sebagian besar gambar dalam fokus seperti yang kita lihat pada foto landscape. Jadi Aperture ini sangat penting dalam fotografi kreatif karena memungkinkan kita untuk mengontrol apa yang ada di fokus atau blur. F-stop adalah angka kecil memungkinkan mengambil banyak cahaya dan semakin besar angka akan mengambil sedikit cahaya yang ditangkap oleh sensor kamera.
  • Shutter Speed : Kecepatan rana atau shutter speed berfungsi untuk mengontrol lamanya waktu shutter terbuka. Hal ini memungkinkan kita untuk mengontrol ketajaman gambar. Sebuah foto aksi misalkan fotografi olahraga membutuhkan kecepatan rana untuk membekukan tembakan. Tetapi jika kita ingin misalkan background kabur untuk mensimulasikan kecepatan maka kecepatan yang lebih lambat akan mencapai tingkat kreativitas pada sebuah gambar. Yang perlu kita ingat tentang shutter speed yaitu kecepatan shutter misalkan 1/200-1/1000 memungkinkan akan mengambil sedikit cahaya dan kecepatan lambat seperti”1″ atau “2”memungkinkan mengambil banyak cahaya.

Cara paparan segitiga eksposur bekerja adalah bahwa jika kita mengubah salah satu dari tiga pengaturan tersebut maka itu akan mempengaruhi 2 pengaturan lainnya. Untuk pengaturan segitiga eksposur yang paling efektif adalah jika kita menggunakan mode manual sehingga kita memiliki kontrol penuh dari semua tiga pengaturan tersebut.

0 Comments
Share

Reply your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked*